gazing the sky
Mari sayangku! Kita bicara cinta
 
Thursday, June 01, 2006
Pemulihan sejati
Banyak yang saya pikirkan akhir-akhir ini. Beberapa teman mungkin sudah melihat betapa wajah saya “keras”, dalam arti kalau saya sedang serius memikirkan sesuatu, raut muka saya akan membatu, muram, dan tanpa senyum. Dan kemuraman saya itu tanpa disadari “menular” ke sekitar saya. Jika orang memandang saya seperti itu, mereka pun akan merasakan kemuraman tersebut sebelum kemudian beranjak pergi.

“Apa lagi yang terjadi padamu? Bentukan rohani kan sudah terasa sakit! Lalu kamu juga sudah diingatkan terus-menerus untuk menjaga hati! Persahabatan yang indah dengan rekan-rekan seiman sudah kau jalin! Senafas cinta pun sudah kau hirup! Apa lagi yang kurang, anak-Ku yang kukasihi?!”

Saya sendiri tidak tahu apa lagi yang kurang. Yang saya mengerti adalah hati ini kosong dan kering. Saya tidak pernah merasa benar-benar nyaman sewaktu bangun di pagi hari atau tidur di waktu malam. Doa pagi dan malam mengiringi sisa-sisa waktu yang telah kuras dipakai seharian.

“Masihkah kau belum mengerti?”

Mengerti apa? Semua yang saya lakukan terasa percuma. Saya tidak bisa mengusir kesunyian dan kesedihan di dalam hati. Pikiran saya cenderung sempit dan negatif dalam memandang dunia.

“Anak-Ku yang kukasihi. Tidak sadarkah kau selama ini bahwa Aku menunggumu? Aku ingin bercakap-cakap denganmu sepanjang hari, namun begitu Amin kau ucapkan di akhir doamu, kau memilih pergi tidur sebelum sempat aku menyelamu. Pagi hari Aku menunggu dengan Alkitab terbuka di tangan-Ku, namun kau memilih bergegas pergi bekerja sebelum sempat menyapa-Ku. Padahal Aku mengerti kelelahanmu dan siap menolong. Hanya saja hatimu selalu tertutup.”







“Anak-Ku”




“Anak-Ku”



“Ya Tuhan”

“Apakah kamu mendengar?”



“…… Ya Tuhan, aku dengar”

“Mari sini Anak-Ku. Hapus air matamu. Akan Kulepas beban berat itu dan Kuberi kelegaan kepadamu. Firman-Ku tidak sayang untuk kuhidangkan di depanmu. Tangan-Ku tidak kurang panjang dan erat untuk menggenggam lenganmu. Hati-Ku kulekatkan di hatimu. Karena Aku mengasihimu”
posted by Bradley 3:36 PM  
 
3 Comments:
Post a Comment
<< HOME

myprofile
Name: Bradley
Home: Jakarta, Indonesia
About Me: "Never explain yourself to anybody because the person who likes you does not need it and the person dislikes you will not believe it"
See my complete profile


haveyoursay!


previouspost
Jaga Hati
In the Potter's hands
Meringkuk
Be still my soul
Back on Track
Realita menyergap
"Aku sayang kamu"
Moment of the week
Into the house of the Lord
remembering the good times


myarchives
May 2005
June 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
January 2008


mylinks


blogupdate


bloginfo
This blog is powered by Blogger and optimized for Firefox.
Blog designed by TemplatePanic.
BlogFam Community