|
Monday, May 29, 2006
|
|
Jaga Hati
|
“Jaga hati”
Ungkapan ini terus menerus menyeruak di tengah-tengah diskusi dengan seorang teman yang gue akui sangat intensif kita jalankan selama 3 minggu terakhir ini. Janjian ketemu di suatu tempat, pindah tempat untuk makan malam, berlanjut ke Starbucks sampai hampir tengah malam, terus forsir lagi di mobil, sampai terkadang ditutup dengan refleksi di telpon hingga menjelang dini hari.
Kenapa sih gue menjalani hidup seaneh ini? Aneh karena sebenarnya gue bukan tipe orang yang doyan ngobrol berpanjang-panjang. Apalagi gue suka tiba-tiba kehilangan topik kalo lagi ngobrol berdua aja dengan seseorang, dan akhirnya kita malah diem-dieman. Tapi dengan orang ini emang aneh, seakan gak pernah kehabisan topik yang mesti kita kupas sepanjang malam. Gue mikir, kan udah bukan jamannya gue ngobrol kayak anak-anak ABG dan membahas gosip-gosip yang gak penting. Tapi ini kok serasa balik lagi ke jaman sekolah dulu, kita sibuk membahas target incaran kita dengan antusias, hehehe.
Satu lagi keanehannya. Temen gue itu cowok. Kenapa aneh? Karena udah hal yang lazim kalo 2 orang cewek akrab, saling curhat satu sama lain dan terlihat lengket dimana-mana, orang udah maklum lah pokoknya. Tapi kalo dua cowok yang sering curhat dan jalan bareng serta keliatan banget keakrabannya, bukankah itu akan mengundang tanda tanya banyak orang? Mulai dari komentar yang netral sampai yang paling tendensius pernah gue dengar. Tapi betulkah semua itu aneh?
“Jaga hati”.
Ungkapan di atas menjadi bahan perhatian kita bersama selama minggu-minggu ini dan juga jadi pokok doa. Kenapa? Karena kita sadar bahwa pria paling sulit menjaga hatinya dan terjebak ke dalam pemikiran dan perasaan yang aneh-aneh, biasanya berbau seksual. Wanita biasanya jarang jatuh dalam hal-hal seperti ini, namun seks adalah godaan terbesar seorang pria. Karena itulah hanya pria yang bisa mengerti pergumulan sahabatnya dan bisa menawarkan solusi yang tepat, supaya hubungannya dengan orang lain, terutama wanita, tidak terganggu. Dan cuma pria yang bisa mengerti, kenapa misalnya gue lagi naksir seseorang namun tetap membuka jalan lebar-lebar bagi orang lain utk gue perhatikan, jadi semacam alternatif A, B, dan C begitu, hehe. Betul gak?
Jadi, selama pertemanan itu baik, berguna, dan membantu pertumbuhan iman kita, gue sih memilih jalan terus. Namun tetap kuncinya adalah menjaga hati, bahwa hubungan pribadi dengan Tuhan adalah yang terpenting dan hidup dan pelayanan kita semata-mata bagi kemuliaan nama-Nya.
Begitu kan?! |
|
posted by Bradley
1:45 PM
|
| |
|
-
gak masalah Brad, gw sering berdua dg temen (cowok)...kalo ngurus stereotip ga ada abisnya :D
-
-
"jagalah hati jangan kau kotori..jagalah hati cahaya hidup ini"....(by courtesy of AA Gym)..he..he..
-
hi tina, bener banget si AA Gym itu. Saya setuju :)
-
dengan kata lain : JADI SATPAM tukang JAGA KEAMANAN... hihihi *ngibritttttttttttt*
|
|
| << HOME |
|
|
|
|
|
|
myprofile |
haveyoursay! |
previouspost |
myarchives |
mylinks |
blogupdate |
bloginfo |
|
gak masalah Brad, gw sering berdua dg temen (cowok)...kalo ngurus stereotip ga ada abisnya :D