gazing the sky
Mari sayangku! Kita bicara cinta
 
Monday, September 26, 2005
Danger: H5N1
In Indonesian only

Indonesia Tahap Ketiga Menuju Pandemi Flu Burung
Senin, 26 September 2005 17:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Asia Tenggara saat ini dinyatakan dalam status waspada pandemi flu burung. Ini karena sejak akhir Desember 2004 hingga September 2005 WHO mencatat ada 115 kasus flu burung yang menginfeksi manusia. "59 di antaranya meninggal," kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari saat jumpa pers di Jakarta, Senin (26/9). more

Berita ini mengejutkan kita beberapa hari ini dan membuat kita (paling nggak keluarga gue) lumayan kuatir. Gimana ya, kita bisa terluput dari kecelakaan kalau kita mengemudi dengan hati-hati, menghindari konsentrasi massa yang berdemo, atau tidak berjalan sendirian di malam hari. Akan tetapi penyakit yang satu ini kasat mata, tidak terlihat dan tidak berbau. Ia tidak terasa oleh kulit dan tidak beraroma ketika tercium. Ya, penyebarannya cukup lewat udara dan terutama melalui kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi. Kasus flu burung terakhir sudah mencapai 24 orang, dan bukan lagi terkonsentrasi di daerah Tangerang, tapi sudah timbul di Jakarta dan Cikarang. Salah satu penyebabnya adalah ketika pasien tersebut berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan. Sepanjang dua pekan ini sudah 3 orang yang menjadi korban. Dan yang lebih merisaukan lagi, virus ini dikhawatirkan akan berubah menjadi pandemi dan berpotensi menewaskan 7 juta manusia.

Gue sendiri belum terlalu memahami cara kerja virus ini dan karena itu sangat nervous. Tindakan pemerintah yang menetapkan status Kejadian Luar Biasa Nasional belum dibarengi dengan edukasi yang memadai tentang apa-apa yang harus diwaspadai serta gejala awal seperti apa yang wajib diperhatikan. Memang kita tahu awalnya flu ini mirip dengan demam biasa, namun dari pengalaman selama ini, reaksi pihak puskesmas atau rumah sakit biasanya terlalu lambat sehingga berakibat fatal (sudah ada beberapa kasus demam berdarah yang korbannya meninggal padahal seharusnya bisa diselamatkan, hanya karena dokter salah mendiagnosa awal). Namun jika tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah, flu ini bisa mewabah seperti SARS, Ebola, dsb.

OK lah, sebaiknya jangan selalu mengutuk pemerintah juga. Kita pikirin tindakan nyata aja deh. Langkah preventif apa nih yang bisa kita lakukan? Sejauh pengamatan gue, tetangga-tetangga se-RT kita tidak ada yang memelihara unggas sehingga boleh dibilang kita cukup jauh dari sumber penyakit. Namun demikian, masih banyak ayam yang dijual di pasar. Aman gak sih beli ayam di situ dan gimana cara masaknya? Keluarga gue sih ambil amannya aja: stop mengkonsumsi ayam. Eh TELUR gimana??? Kayaknya tadi pagi masih gue liat deh di meja. Aduuuuhhhh!!!!
posted by Bradley 7:03 PM  
 
0 Comments:
Post a Comment
<< HOME

myprofile
Name: Bradley
Home: Jakarta, Indonesia
About Me: "Never explain yourself to anybody because the person who likes you does not need it and the person dislikes you will not believe it"
See my complete profile


haveyoursay!


previouspost
boyfrenz: 30/m/jkt, single and looking
Hatchishh !!!!!
Financial Freedom
Jonathan Livingston Seagull
End/August summary
The Ant and the Contact Lens
Santai dulu ahhhh
USD 1 = Rp 10,000.-
RBC Bible Conference 2005
Just P.U.S.H !!


myarchives
May 2005
June 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
January 2008


mylinks


blogupdate


bloginfo
This blog is powered by Blogger and optimized for Firefox.
Blog designed by TemplatePanic.
BlogFam Community